Layanan

Support pre-treatment dan konsultasi

Mempersiapkan emosi dan psikologis bagi pasangan yang akan menjalani treatment untuk meminimalis efek yang berhubungan dengan stres dan ketidaknyamanan selama menjalani treatment.

Bedah Laparascopy
Operasi dengan invasi minimal untuk wanita yang mengalami masalah pada saluran reproduksi.

Induksi Ovulasi (IO)
Stimulasi indung telur dengan penyuntikan hormon agar diperoleh sel telur dalam jumlah banyak. Kemudian pasangan yang bersangkutan disarankan untuk melakukan intercourse pada saat ovulasi dengan harapan terjadi kehamilan.

Analisa Sperma
Berdasarkan pada standar WHO, meliputi analisa kualitas sperma (konsentrasi, motilitas, viabilitas dan morfologi)

Analisa Fragmentasi DNA Sperma
Pemeriksaan persentase fragmentasi DNA pada sperma.

Inseminasi Intra Uteri (IUI)
Teknik memasukkan sperma yang telah dipreparasi ke dalam rahim untuk meningkatkan kesempatan memperoleh kehamilan.

In Vitro Fertilization (IVF)
Teknik pembuahan dengan cara mencampurkan sel telur dengan sperma di dalam cawan petri supaya terjadi pembuahan. Sel telur yang telah terbuahi akan berkembang menjadi embrio yang akan ditransfer ke dalam rahim sehingga terjadi implantasi dan terjadi kehamilan.

Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI)
Teknik mikroinjeksi untuk memasukkan satu sperma yang telah diseleksi secara langsung ke dalam sitoplasma sel telur yang telah matang.

Bank Sperma dan Bank Embrio
Sperma dan embrio yang belum digunakan, akan dibekukan pada suhu -196ºC, kemudian disimpan untuk digunakan pada program kehamilan selanjutnya.

MESA, PESA, TESA, TESE
Proses untuk memperoleh sperma dari pria yang mempunyai masalah Azoospermia yang disebabkan sumbatan pada system transport sperma maupun kelainan pada testis.